


Jombang, 18 Juli 2026. Pagi itu, Aula SMP Islam Al Madinah dipenuhi ratusan pasang mata yang datang membawa harapan yang sama, memberikan pendidikan terbaik bagi putra-putri tercinta. Mereka adalah para orang tua yang meluangkan waktu, meninggalkan sejenak kesibukan pekerjaan dan rutinitas, demi menghadiri Sosialisasi Parenting yang diselenggarakan oleh SMP Islam Al Madinah.
Bukan sekadar pertemuan antara sekolah dan wali murid. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang perjumpaan hati tempat di mana para orang tua diajak kembali mengingat bahwa anak bukan hanya amanah yang harus dibesarkan, tetapi juga titipan Allah SWT yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban.
Acara dibuka dengan sambutan Kepala SMP Islam Al Madinah Bapak Ridwan, S.Pd.i yang menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak pernah lahir dari kerja satu pihak. Sekolah memiliki peran membimbing melalui ilmu, sementara keluarga menjadi tempat pertama anak belajar tentang kasih sayang, adab, kejujuran, dan keimanan. Ketika keduanya berjalan beriringan, di sanalah akan lahir generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter dan berakhlak mulia.
Kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi program sekolah oleh tim BMT Rizqona sebagai bentuk komitmen dalam menghadirkan pendidikan yang menyentuh seluruh aspek perkembangan peserta didik akademik, spiritual, sosial, dan emosional.
Suasana semakin khidmat ketika Ustadz Muhammad Yusuf, S.Psi., M.Pd., CSMT., CSI. menyampaikan materi parenting. Dengan tutur kata yang sederhana namun penuh makna, beliau mengajak setiap orang tua untuk merenungkan kembali arti kehadiran dalam kehidupan anak. “Anak tidak selalu meminta mainan baru atau fasilitas terbaik. Yang mereka rindukan adalah waktu, perhatian, pelukan, doa, dan teladan dari kedua orang tuanya.”
Kalimat-kalimat itu mengalir perlahan, namun menghantam relung hati setiap peserta. Aula yang semula dipenuhi percakapan berubah menjadi sunyi. Banyak orang tua menundukkan kepala. Beberapa menyeka air mata yang tak mampu lagi dibendung. Air mata itu bukan lahir dari kesedihan, melainkan dari cinta yang begitu besar kepada anak-anak mereka.
Mungkin selama ini mereka telah berjuang keras mencari nafkah, bekerja tanpa mengenal lelah demi memenuhi kebutuhan keluarga. Namun pada saat yang sama, mereka diingatkan bahwa ada satu hal yang tidak dapat dibeli dengan apapun waktu yang telah berlalu bersama anak-anak. Masa kecil tidak pernah menunggu. Setiap pelukan yang tertunda, setiap percakapan yang terlewat, dan setiap kesempatan untuk mendengarkan cerita sederhana anak adalah bagian dari kenangan yang tak akan pernah terulang.
Di penghujung kegiatan, tidak hanya ilmu yang dibawa pulang. Lebih dari itu, para orang tua membawa kesadaran baru bahwa mendidik anak bukan tentang menjadi orang tua yang sempurna, melainkan tentang terus belajar untuk hadir dengan hati, menjadi teladan dalam setiap sikap, dan tidak pernah berhenti mengiringi langkah anak dengan doa.
Sosialisasi Parenting ini menjadi bukti bahwa pendidikan terbaik lahir ketika sekolah dan keluarga saling menguatkan. Sebab membangun masa depan bangsa tidak dimulai dari gedung-gedung megah, melainkan dari rumah-rumah yang dipenuhi cinta, dari guru-guru yang mengajar dengan keikhlasan, dan dari orang tua yang tidak pernah lelah membersamai tumbuh kembang buah hatinya.
Semoga ikhtiar yang dimulai hari ini menjadi jalan lahirnya generasi Qurani yang cerdas dalam berpikir, lembut dalam bersikap, kokoh dalam iman, serta mampu menjadi cahaya bagi masyarakat, bangsa, dan agama.”Suatu hari nanti, anak-anak mungkin akan lupa hadiah yang pernah kita berikan. Namun mereka tidak akan pernah lupa siapa yang memeluk mereka saat menangis, siapa yang mendengarkan mereka ketika ingin bercerita, dan siapa yang selalu menyebut nama mereka dalam setiap doa. Sebab cinta orang tua adalah pendidikan pertama yang akan hidup selamanya di dalam hati seorang anak.”
Penulis:
Rotul Nurjanah, S.Hum.
Guru Pendidikan Agama Islam
